Bupati Safaruddin: Pilkada Selesai, Saatnya Kolaborasi Majukan Abdya
Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Safaruddin resmi menutup rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 daerah tersebut dengan pesan tegas rekonsiliasi. Ia menuntut seluruh elemen masyarakat segera mengakhiri rivalitas politik dan mulai bersinergi memacu roda ekonomi.
![]() |
| Bupati Abdya Safaruddin di acara penutupan HUT Abdya ke-24 di Lapangan Pulau Kayu Susoh, Minggu (26/4) malam. Foto: Pemkab Abdya |
BLANGPIDIE — Seruan ini disampaikan menyusul suksesnya festival ekonomi dan budaya selama dua pekan terakhir. Gelaran ini mencatatkan transaksi hingga miliaran rupiah. Puncak acara penutupan berlangsung di lapangan Pulau Kayu, Kecamatan Susoh, pada Minggu, 26 April 2026.
Memasuki tahun kedua pemerintahannya bersama Zaman Akli, Safaruddin menegaskan fokus eksekutif saat ini adalah merealisasikan janji kampanye lewat visi "Arah Baru Abdya Maju". Ia menilai target tersebut mustahil tereksekusi tanpa kebersamaan dari warga.
"Bagi saya, kompetisi itu sudah selesai. Pilkada sudah selesai. Tidak ada lagi kompetisi, yang kita butuhkan adalah nilai kolaborasi dan solidaritas, agar Abdya ini bisa membangun ke arah yang lebih baik," sebut Safaruddin.
Kerja sama solid antarwarga terbukti membuahkan hasil konkret selama perayaan HUT. Tradisi Meuseraya Toet Lemang dan bazar UMKM efektif mendongkrak daya beli.
Safaruddin menepis anggapan segelintir pihak yang sempat meragukan dampak ekonomi dari festival budaya tersebut. Lonjakan tajam permintaan bahan baku lokal membantah keraguan itu. Harga bambu di tingkat pedagang kecil meroket dari Rp2.000 menjadi Rp8.000 per potong. Beras ketan hingga kelapa juga laris manis diburu warga.
"Lebih kurang perputaran uang dalam dua minggu ini saja, mencapai Rp3 hingga Rp4 miliar, di tengah-tengah masyarakat Abdya," tuturnya.
Kekompakan yang terbangun lewat gotong royong membuahkan lemang ini kini menjadi modal penting bagi Abdya. Daerah berjuluk "Bumoe Breuh Sigupai" tersebut tengah bersiap menghadapi agenda skala provinsi, yakni menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) tingkat Aceh pada 2027 mendatang.
Status tuan rumah ini bukan perkara sepele. Ini adalah momentum historis bagi kabupaten tersebut.
"Coba bayangkan, dari tahun 1984, sudah 42 tahun, kita tidak pernah merasakan menjadi tuan rumah MTQ," ujarnya.
Pemerintah kabupaten kini memusatkan tenaga untuk mematangkan infrastruktur. Momentum kembalinya status tuan rumah setelah lebih dari empat dekade ini menjadi ajang pembuktian kapasitas Abdya di kancah provinsi.

Posting Komentar