Homepage Widgets

Homepage Widgets (ATF)

Cegah Stunting, Dinkes Abdya Terjunkan Dokter Hingga Ustaz ke Sekolah

Dinkes Abdya terjunkan tim medis dan ustaz ke sekolah, perkuat edukasi kesehatan fisik dan spiritual guna mencegah stunting serta bahaya sosial.

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mengubah taktik pelayanan publik dengan menerjunkan langsung tenaga medis hingga pemuka agama ke sekolah-sekolah. Intervensi jemput bola ini dirancang untuk memotong rantai stunting dari hulu sekaligus menambal celah pemahaman kesehatan gizi di kalangan pelajar.

Petugas kesehatan saat memeriksa kesehatan siswi SMPN 1 Aceh Barat Daya. Foto: Dinkes Abdya

BLANGPIDIE — Fokus utama dari manuver kebijakan ini berpusat pada perbaikan kualitas hidup remaja, terang Kepala Dinas Kesehatan Abdya Rinaldi pada Selasa, 28 April 2026. Sasaran tembak utamanya membidik kelompok remaja putri melalui distribusi dan kewajiban konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) untuk mencegah anemia.

"Kalian adalah calon ibu masa depan. Kesehatan kalian hari ini akan menentukan kualitas generasi Abdya di masa yang akan datang," tegas Rinaldi di hadapan para siswa SMPN 1 Aceh Barat Daya.

Operasi kesehatan di tingkat akar rumput ini tidak berjalan tunggal. Otoritas kesehatan daerah memecah target ke dalam empat pilar intervensi nyata: penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), penanganan anemia, edukasi bahaya narkoba dan pergaulan bebas, serta penguatan benteng moral.

Untuk mengeksekusi strategi tersebut, Dinkes Abdya meramu pendekatan tak biasa yang menghadirkan dokter bersisian dengan ustaz dan ustazah di ruang kelas. Para siswa didorong secara proaktif mengonsultasikan masalah kesehatan reproduksi, gizi, hingga persoalan agama secara terbuka.

"Pendidikan yang bermutu tidak akan tercapai tanpa didukung oleh kesehatan yang prima," ujar Rinaldi saat menjelaskan fondasi dari program prioritas Bupati Safaruddin ini.

Ke depan, institusi pendidikan dan puskesmas setempat dituntut mematangkan sinergi harian. Deteksi dini terhadap krisis gizi, kesehatan mental, maupun spiritual remaja didorong menjadi prosedur operasional standar di sekolah, bukan sekadar kampanye musiman.

"Ini adalah upaya besar kita bersama untuk mencegah stunting sejak dini," tutup Rinaldi, mengingatkan para guru dan staf medis yang hadir.