Homepage Widgets

Homepage Widgets (ATF)

Cetak Rekor MURI Bakar Lemang, Abi Roni: HUT Abdya Terbaik

Perayaan HUT ke-24 Abdya pecahkan rekor MURI Dunia lewat tradisi bakar lemang massal. Ajang ini sukses dongkrak perputaran uang di akar rumput.

Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) resmi mencatatkan nama di panggung internasional setelah memecahkan rekor MURI Dunia lewat tradisi memasak lemang dan tape massal. Perayaan ulang tahun daerah ini tidak sekadar meriah secara seremonial, tapi memicu lonjakan roda ekonomi lokal secara terukur.

Ketua DPRK Abdya Roni Guswandi (tengah) didampingi Bupati Aceh Barat Daya Safaruddin dan pengusaha Zainuddin Daud, saat memegang piagam Rekor MURI di perhelatan Meusiraya Tot Leumang, Sabtu (25/4). Foto: Instagram/bupatiacehbaratdaya

BLANGPIDIE — Menyedot lautan manusia ke Bantaran Sungai Krueng Beukah, warga setempat sukses membakar belasan ribu batang lemang dan puluhan ribu porsi tape. Pencapaian yang diresmikan pada April 28, 2026 ini mengukuhkan tradisi Meusiraya Toet Leumang sebagai rekor dunia baru di daftar Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Abdya, Roni Guswandi, menilai pelestarian budaya bisa menembus panggung global jika dieksekusi dengan kebersamaan dan strategi presisi.

"Ini adalah kebanggaan besar bagi masyarakat Abdya. Tradisi Toet Leumang yang dilaksanakan massal di sepanjang Lhueng Asan hingga Lhueng Tarok membuktikan kekayaan budaya kita bernilai luar biasa," kata Roni.

Ia tidak ragu menetapkan standar tinggi atas pencapaian tahun ini. "Saya berani katakan, ini adalah HUT terbaik sepanjang lahirnya Abdya," tambahnya.

Di sisi lain, festival ini dirancang melampaui urusan budaya. Panitia agresif memadukan pameran UMKM, pentas seni di Pulau Kayu, syiar agama, hingga kejuaraan olahraga ekstrem grasstrack. Rentetan acara ini bertindak langsung sebagai mesin pemutar uang tunai bagi penduduk sekitar.

"Seluruh rangkaian kegiatan mampu mendongkrak perputaran ekonomi lokal secara signifikan. Kita melihat antusiasme pedagang dan pembeli yang luar biasa di setiap titik acara," tegas pria yang akrab disapa Abi Roni tersebut.

Sementara itu, di balik keramaian yang membeludak, ancaman tumpukan sampah berhasil diredam. 'Pasukan Hijau Muda' dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat bergerak cepat membersihkan lokasi-lokasi strategis. Mereka memastikan area publik seperti Pulau Kayu Susoh dan arena balap tetap bersih meski digempur puluhan ribu pengunjung.

Kerja rapi panitia dan aparatur ini berjalan di bawah komando Bupati Safaruddin dan Wakil Bupati Zaman Akli. Sinergi ini mengincar target jangka panjang untuk mengerek pamor daerah ke level berikutnya.

"Semangat 'Arah Baru Abdya Maju' ini harus terus konsisten kita bawa dalam setiap program pembangunan di masa depan agar Nagari Breuh Sigupai semakin disegani dan mandiri," pungkas Roni.