KNPI Sebut HUT ke-24 Abdya Pesta Rakyat Paling Hidup dan Berdampak
Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menandai pergeseran paradigma dari sekadar acara seremonial menjadi perayaan yang berpusat pada keterlibatan penuh masyarakat. Transformasi ini sukses memicu pergerakan ekonomi lokal dan memperkuat semangat gotong royong warga.
![]() |
| Ketua KNPI Abdya Teguh Novrianto. Foto: Instagram/knpi.acehbaratdaya |
BLANGPIDIE — Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) menilai pendekatan baru pemerintah daerah ini membuahkan hasil nyata pada April 28, 2026. Partisipasi aktif gampong, komunitas, dan pelaku usaha lokal membuktikan perayaan tahun ini tidak hanya meriah di permukaan, tetapi benar-benar dirasakan langsung dampaknya oleh lapisan masyarakat bawah.
Puncak dari pelibatan massa ini terlihat jelas pada tradisi Meuseuraya Toet Lemang. Pembakaran 15.000 batang lemang dan penyajian 35.000 porsi tape tidak hanya mencetak rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI), tetapi menjadi simbol kuatnya ikatan sosial dan gotong royong masyarakat setempat.
Ketua DPD KNPI Aceh Barat Daya, Teguh Novrianto, menyoroti pergeseran peran warga dari objek menjadi subjek utama dalam perayaan kali ini.
“Perayaan tahun ini terasa berbeda. Rakyat tidak lagi sekadar penonton, tetapi menjadi bagian utama dari seluruh rangkaian kegiatan. Inilah yang membuat HUT ke-24 Abdya menjadi perayaan yang paling hidup,” ujarnya.
Di sisi lain, perputaran uang selama rangkaian kegiatan menunjukkan tren positif yang signifikan. Pelaku UMKM mendapatkan ruang luas untuk berniaga, memicu lonjakan aktivitas perdagangan yang secara otomatis menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan sepanjang masa perayaan.
Keterlibatan aktif kelompok pemuda dan berbagai komunitas juga dinilai sebagai langkah taktis pemerintah untuk menanamkan rasa memiliki (sense of belonging) terhadap daerah, yang menjadi modal krusial bagi keberlanjutan pembangunan.
“Momentum ini perlu dijaga. Ketika rakyat dilibatkan, energi pembangunan menjadi lebih kuat dan manfaatnya terasa langsung,” tambah Teguh.
Sebagai representasi pemuda, KNPI menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah. Rangkaian perayaan ini menjadi acuan konkret bahwa pembangunan daerah yang inklusif harus selalu menempatkan masyarakat sebagai aktor utama di setiap prosesnya.

Posting Komentar