Tutup Jambore Abdya, Kapolres Agus Tantang Pramuka Cetak Karakter Tahan Banting
Kapolres Aceh Barat Daya (Abdya) AKBP Agus Sulistianto resmi menutup gelaran Jambore Cabang ke-5 Gerakan Pramuka Kwartir Abdya. Ajang perkemahan lima tahunan ini didorong menjadi kawah candradimuka pembentukan mental dan karakter tangguh generasi muda dalam menghadapi gempuran zaman.
![]() |
| Kapolres Aceh Barat Daya AKBP Agus Sulistianto di acara penutupan Jambore Cabang ke-5 Gerakan Pramuka Kwartir Abdya di Bumi Perkemahan Babah Lhung Scout, Kecamatan Blangpidie, pada Selasa, 28 Maret 2026. Foto: Ist |
BLANGPIDIE — Upacara penutupan berlangsung khidmat di Bumi Perkemahan Babah Lhung Scout, Kecamatan Blangpidie, pada Selasa, 28 Maret 2026. Sederet pejabat daerah, termasuk Ketua DPRK Abdya Roni Guswandi dan jajaran pengurus Pramuka setempat, tampak hadir mengawal tuntasnya kegiatan akbar ini.
Di hadapan para peserta, Agus menekankan posisi vital Pramuka yang telah berkiprah membangun bangsa selama 58 tahun sejak Kepres 238 diterbitkan.
"Sebagai wadah pembinaan generasi muda, hendaknya Gerakan Pramuka mampu menyesuaikan dengan perkembangan zaman yang semakin lama semakin berkembang," kata Agus.
Tantangan modernisasi kerap menggerus minat pelajar untuk aktif berorganisasi. Namun, revitalisasi gerakan ini hadir merespons problematika tersebut. Pramuka harus kembali memosisikan diri sebagai jangkar pendidikan moral, mencetak generasi yang memiliki kepribadian khas sekaligus berbudi pekerti luhur.
Pemerintah sendiri telah memperkuat fondasi organisasi ini lewat Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010. Regulasi itu memberi ruang luas bagi masyarakat, khususnya kaum muda, untuk ikut campur tangan membangun kebudayaan bangsa.
Bagi para peserta jambore, Kode Kehormatan Pramuka bertindak sebagai kompas utama. Janji yang diucapkan wajib tecermin dalam tindakan nyata sehari-hari di tengah lingkungan masyarakat.
"Kita harus ingat Tri Satya yang bagian awalnya menyebutkan 'Demi kehormatanku, aku berjanji akan bersungguh-sungguh'," imbuh Agus.
Kini, selepas digembleng secara fisik, intelektual, dan spiritual, ratusan anggota penggalang dituntut segera menularkan ilmu ke lingkungan asal. Mereka juga harus memanaskan mesin menuju ajang level tertinggi tahun ini.
"Kami berharap kepada peserta jambore, setelah ini dapat menerapkan pengalamannya ke gugus depan masing-masing, dan tetap semangat dalam mengikuti pramuka, dan mudah-mudahan dapat mengikuti jambore nasional pada Agustus 2026 mendatang," pungkas Agus.

Posting Komentar