Homepage Widgets

Homepage Widgets (ATF)

Aklamasi Tanpa Riak Abi Roni Bawa Misi Baru FPTI Aceh

Musprov FPTI Aceh hasilkan kepemimpinan baru fokus pembinaan atlet dan persiapan menuju ajang nasional 2028

Musyawarah Provinsi Federasi Panjat Tebing Indonesia Aceh 2026 menghadirkan satu pesan penting, organisasi harus kembali solid sebelum berbicara prestasi. Dalam forum yang berlangsung di Sekretariat KONI Aceh, Jumat 01 Mei 2026, Roni Guswandi S.Pi atau yang akrab disapa Abi Roni resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum FPTI Aceh periode 2025–2029.

Pengurus FPTI Aceh usai Musprov berfoto bersama usai penetapan ketua terpilih baru. Foto: Ist

BANDA ACEH - Pemilihan yang diikuti 15 peserta dari unsur pengurus provinsi hingga Kabupaten kota ini berlangsung lancar. Hadir pula Wakil Ketua KONI Aceh T. Rayon Sukma dan perwakilan PP FPTI Dadang Sukandar yang mengikuti secara virtual. Di balik proses yang berjalan mulus, tersimpan pesan kuat tentang pentingnya mengakhiri dinamika internal organisasi.

Abi Roni menjadi calon tunggal setelah mengantongi dukungan mayoritas pengurus cabang. Ia membawa visi membangun tata kelola organisasi menuju prestasi nasional yang bukan sekadar slogan, tetapi arah perubahan nyata. Dalam misinya, ia menekankan pengelolaan organisasi berbasis aturan AD ART, perencanaan kompetisi yang terstruktur, pembinaan atlet berkelanjutan, hingga peningkatan kualitas tim teknis seperti pelatih, pembuat jalur, dan juri.

Hal yang paling menonjol bukan hanya program kerja, tetapi juga sikap yang ia tunjukkan di awal kepemimpinan. Dalam sambutannya, Abi Roni secara terbuka mengajak seluruh elemen FPTI Aceh untuk menutup fase perbedaan yang selama ini terjadi.

"Dinamika sangat normatif terjadi dimana saja, apalagi disebuah organisasi. Makanya hari ini dengan suasana baru dan dengan keputusan baru Abi bermohon untuk semua para senior dan keluarga besar FPTI dinamika hari ini berakhir, sesudah Musprov kita hari ini tidak ada yang namanya kubu-kubuan," ungkap Abi Roni.

Pernyataan ini menjadi sinyal bahwa tantangan terbesar FPTI Aceh ke depan bukan hanya soal teknik memanjat, tetapi juga kemampuan menjaga kekompakan organisasi. Dalam dunia olahraga, konflik internal sering kali menjadi penghambat prestasi, sehingga pendekatan persatuan yang diusung dinilai sebagai fondasi awal yang penting.

Ia juga tidak melupakan peran para senior yang telah lebih dulu membangun organisasi. Dengan nada hormat, Abi Roni menyampaikan apresiasi atas proses dinamika yang telah dilalui sekaligus mengajak semua pihak menatap agenda besar ke depan.

"FPTI Aceh adalah rumah besar para pemanjat tebing. PON XXII tahun 2028 akan diselenggarakan di Nusa Tenggara Timur NTT dan Nusa Tenggara Barat NTB sebagai tuan rumah bersama. Kita berharap, dalam waktu dekat ini perlu kita duduk dan bicara apa yang harus kita lakukan mengingat potensi kita sangat besar di FPTI", pintanya.

Pernyataan tersebut sekaligus membuka arah fokus ke depan yaitu persiapan menuju PON 2028. Dengan waktu yang relatif terbatas, FPTI Aceh dituntut bergerak cepat menyusun strategi pembinaan atlet yang matang dan terukur.

Di sisi lain, Abi Roni juga menunjukkan komitmen untuk melanjutkan program positif dari kepengurusan sebelumnya. Ia menilai kesinambungan menjadi kunci agar organisasi tidak berjalan dari nol setiap pergantian kepemimpinan.

"Apapun hal yang baik yang telah dijalankan oleh pengurus yang lalu itu akan kita lanjutkan dan akan kita tingkatkan kembali pada periode selanjutnya. Kita perlu kerja keras dan semangat besar untuk wujudkan FPTI Aceh yang semangkin berkembang," pungkas Abi Roni.