Homepage Widgets (ATF)

Homepage Widgets

Cuaca Tak Stabil, Abdya Bersiap Hadapi Hujan dan Petir Sepekan ke Depan

BMKG prakirakan hujan ringan hingga petir di Abdya, warga diminta waspada perubahan cuaca ekstrem

Cuaca di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) diperkirakan belum sepenuhnya bersahabat dalam beberapa hari ke depan.

Kecamatan Jeumpa, Rabu (6/5/2026), dengan suhu berkisar 20–25 derajat Celsius dan kelembapan mencapai 99 persen. Foto: Ist

ABDYA - Data prakiraan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan pola cuaca yang cenderung berubah-ubah, mulai dari hujan ringan, berawan, hingga potensi petir di sejumlah wilayah.

Pada Rabu (6/5/2026), hampir seluruh kecamatan seperti Blangpidie, Manggeng, Susoh, Kuala Batee, hingga Jeumpa diprediksi diguyur hujan ringan dengan suhu berkisar 18 hingga 28 derajat Celsius dan kelembapan tinggi mencapai 99 persen. Kondisi ini menjadi sinyal awal bahwa wilayah Abdya masih berada dalam fase cuaca basah.

Memasuki Kamis hingga Jumat (7–8 Mei), hujan ringan masih mendominasi sebagian besar kecamatan. Namun, beberapa wilayah mulai menunjukkan peralihan ke cuaca berawan. Perubahan ini bukan berarti cuaca membaik sepenuhnya, melainkan fase transisi yang tetap berpotensi memicu hujan mendadak.

Perubahan lebih signifikan diperkirakan terjadi mulai awal pekan depan. Pada Senin (11/5/2026), Blangpidie diprediksi mengalami hujan disertai petir, sementara kecamatan lain seperti Jeumpa dan beberapa wilayah pesisir juga menunjukkan peningkatan potensi cuaca ekstrem.

Puncak kewaspadaan diperkirakan terjadi pada Selasa hingga Kamis (12–14 Mei). Hampir seluruh kecamatan, termasuk Tangan-Tangan, Kuala Batee, hingga Babah Rot, diprediksi mengalami cuaca petir. Suhu udara tetap hangat di kisaran 22 hingga 31 derajat Celsius, namun kelembapan tinggi memperbesar peluang terbentuknya awan hujan intens.

Menariknya, beberapa wilayah seperti Blangpidie dan Jeumpa juga diprediksi mengalami fenomena udara kabur di sela-sela perubahan cuaca. Kondisi ini dapat memengaruhi jarak pandang, terutama pada pagi dan malam hari.

Melihat pola ini, masyarakat diimbau untuk tidak hanya bersiap menghadapi hujan, tetapi juga mengantisipasi potensi petir yang bisa berdampak pada aktivitas luar ruangan. Nelayan, petani, hingga pengguna jalan menjadi kelompok yang paling rentan terhadap perubahan cuaca mendadak.

BMKG juga mengingatkan bahwa pola cuaca seperti ini merupakan hal yang wajar terjadi pada masa peralihan musim, namun tetap memerlukan kewaspadaan tinggi dari masyarakat.

Dengan kondisi yang tidak menentu, warga Abdya diharapkan lebih bijak dalam merencanakan aktivitas harian, termasuk memperhatikan waktu bepergian dan menjaga keselamatan di tengah potensi cuaca ekstrem yang bisa datang tanpa peringatan panjang.