Homepage Widgets (ATF)

Homepage Widgets

Gandeng Telkom Akses, PEMA Rambah Bisnis Telekomunikasi

PEMA menargetkan adanya keuntungan melalui transfer teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), hingga pendalaman keahlian manajerial.

PT Pembangunan Aceh (PEMA) memperluas ekspansi bisnisnya ke sektor infrastruktur digital melalui jalinan kemitraan strategis dengan PT Telkom Akses. Manuver Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) ini menyusul rekam jejak positif perusahaan yang sebelumnya sukses menembus pasar Amerika Serikat lewat ekspor komoditas kopi unggulan.

Direktur Utama PT Pema Mawardi Nur (kanan) saat proses penandatanganan kerja sama dengan PT Telkom Akses di Jakarta, Selasa (5/5). Foto: PEMA

JAKARTA — Keterlibatan PEMA dalam proyek pembangunan jaringan telekomunikasi ini merupakan bagian dari realisasi investasi PT Telkom Akses di wilayah Aceh. Kolaborasi ini dirancang untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah melalui penguatan infrastruktur digital, yang pada gilirannya diharapkan mampu membuka keran peluang investasi baru.

Direktur Utama PEMA, Mawardi Nur, menilai partisipasi dalam proyek ini sebagai langkah esensial untuk mendukung transformasi digital dan pemerataan akses informasi hingga ke berbagai wilayah.

"Ini merupakan bentuk komitmen kami untuk terus memastikan investasi itu bisa tumbuh," ujar Mawardi, Jumat (8/5).

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa ketersediaan infrastruktur telekomunikasi yang andal memegang peranan krusial sebagai kunci utama dalam membuka akses yang lebih luas, serta mempercepat laju pertumbuhan pada berbagai sektor produktif di daerah.

Secara korporasi, kerja sama strategis ini diyakini akan menyuntikkan nilai tambah yang signifikan bagi PEMA. Perusahaan menargetkan adanya keuntungan melalui transfer teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), hingga pendalaman keahlian manajerial dan operasional dalam mengelola infrastruktur berbasis teknologi secara profesional.

Dari sisi investor, Direktur Bisnis PT Telkom Akses, Djoko Sri Handono, memaparkan bahwa investasi ini adalah strategi jangka panjang perusahaan untuk menciptakan infrastruktur jaringan yang berkelanjutan dan memiliki daya saing tinggi. Ia secara khusus menyoroti pentingnya peran entitas lokal dalam kelancaran proyek infrastruktur tersebut.

"Kami mendorong sinergi dengan mitra daerah, termasuk pelibatan mitra lokal," tegas Djoko.

Djoko menilai bahwa integrasi dengan mitra strategis daerah seperti PEMA sangat vital agar keseluruhan tahapan pembangunan infrastruktur dapat dieksekusi secara lebih efektif, sehingga manfaat dari pemerataan ekonomi digital ini dapat segera dirasakan dampaknya oleh masyarakat luas.

Diversifikasi PEMA ke sektor telekomunikasi ini menjadi indikator positif atas keberhasilan arah kebijakan perusahaan dalam mengoptimalkan potensi lini bisnis strategis. Langkah taktis ini sekaligus mengukuhkan posisi PEMA sebagai mitra daerah yang adaptif dan kontributif dalam memacu roda perekonomian Provinsi Aceh.