Homepage Widgets (ATF)

Homepage Widgets

Kinerja Surveilans Cemerlang, Abdya Raih Penghargaan Kemenkes RI 2026

Dinas Kesehatan Abdya meraih penghargaan Kemenkes RI atas kinerja unggul surveilans AFP dan campak-rubella melampaui standar nasional.
Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) meraih Penghargaan Kemenkes RI atas capaian kinerja surveilans penyakit menular yang melampaui standar nasional. Apresiasi ini diberikan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia atas keberhasilan Abdya dalam indikator surveilans Acute Flaccid Paralysis (AFP) serta discarded campak-rubella.

Kepala Dinas Kesehatan Abdya, Ns. Rinaldi R, menerima penghargaan dari Kemenkes RI di Balai Sidang Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Jakarta, Sabtu (2/5/2026).

JAKARTA - Penghargaan tersebut diterima langsung Kepala Dinas Kesehatan Abdya, Ns. Rinaldi R, di Balai Sidang FKM Universitas Indonesia, Sabtu (2/5/2026). Capaian ini menegaskan efektivitas sistem deteksi dini penyakit menular di wilayah yang dikenal sebagai “Bumoe Breuh Sigupai”.

Rinaldi menyebut penghargaan ini merupakan hasil kerja kolektif tenaga kesehatan, khususnya petugas surveilans di lini terdepan. “Penghargaan ini adalah milik seluruh tenaga kesehatan, terutama para petugas surveilans di Puskesmas dan rumah sakit yang bekerja tanpa lelah melakukan deteksi dini, pelaporan, hingga tindak lanjut kasus secara cepat dan tepat,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (3/5/2026).

Ia menekankan, keberhasilan tersebut bukan sekadar capaian administratif, melainkan indikator kuatnya sistem kewaspadaan dini terhadap potensi wabah. Surveilans AFP—yang berkaitan dengan deteksi lumpuh layu mendadak—serta pemantauan campak-rubella menjadi fondasi penting dalam program eradikasi polio dan eliminasi campak di Indonesia.

Data kinerja menunjukkan respons pelaporan kasus di Abdya telah berjalan secara real-time dan akurat. Selain itu, kualitas penanganan klinis di lapangan dinilai sesuai standar operasional prosedur Kemenkes. Sinergi antara kebijakan tingkat kabupaten dan implementasi hingga desa juga menjadi faktor kunci.

Meski demikian, Rinaldi mengingatkan jajarannya untuk tidak berpuas diri. Ia menilai penghargaan ini harus menjadi pemicu peningkatan kualitas pengawasan epidemiologi ke depan. “Momentum ini menjadi dorongan untuk terus memperketat sistem surveilans agar masyarakat, khususnya anak-anak, terlindungi dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi,” katanya.