Homepage Widgets (ATF)

Homepage Widgets

Remaja Abdya Terseret Arus Sungai, Ditemukan Meninggal Dunia

Remaja 12 tahun di Abdya terseret arus sungai saat mandi, ditemukan meninggal setelah pencarian intensif tim gabungan.

Seorang remaja bernama Reza (12), warga Gampong Suka Damai, Kecamatan Lembah Sabil, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), yang dilaporkan terseret arus sungai, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Minggu (3/5/2026) sekitar pukul 10.15 WIB.

Proses evakuasi jenazah dari dalam sungai saat ditemukan oleh Tim Tagana Abdya, Minggu (3/5/2026)

MANGGENG - Korban ditemukan oleh tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) Abdya saat melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai dari titik awal kejadian menuju hilir.

Ketua Tagana Abdya, Pardianto, membenarkan penemuan tersebut. “Benar, korban baru saja kami temukan sekitar 15 menit yang lalu dalam kondisi meninggal dunia,” ujar Pardianto saat dikonfirmasi.

Ia menjelaskan, jasad korban ditemukan tersangkut pada kayu di dalam aliran sungai. Saat ditemukan, korban masih mengenakan celana pendek dan kaus berwarna biru bergambar tokoh Spiderman.

“Korban tersangkut di kayu dalam sungai. Setelah dipastikan, tim langsung mengevakuasi dengan cara digendong ke daratan. Saat ini korban sudah dibawa ke rumah duka,” katanya.

Kronologi Kejadian

Peristiwa ini bermula pada Sabtu (2/5/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Reza dilaporkan hilang setelah terseret arus saat mandi bersama temannya di kawasan intek bendungan Sungai Manggeng.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, derasnya arus sungai diduga menjadi faktor utama. Debit air meningkat akibat hujan yang mengguyur kawasan tersebut, sehingga korban kehilangan kendali dan terseret ke bagian sungai yang lebih dalam.

Camat Manggeng, Ridhawiyardi, mengatakan pihaknya segera merespons laporan warga dengan berkoordinasi bersama instansi terkait.

“Kami menerima laporan adanya warga atas nama Reza yang hanyut di Sungai Manggeng. Sejak itu, pencarian langsung dilakukan secara maksimal oleh tim gabungan,” ujarnya.

Pencarian dan Tantangan di Lapangan

Upaya pencarian melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Abdya, unsur TNI/Polri, Tagana, serta masyarakat setempat. Tim melakukan penyisiran darat dengan memantau sepanjang bantaran sungai hingga ke arah hilir.

Namun, proses pencarian tidak berjalan mudah. Kondisi cuaca yang tidak menentu serta arus sungai yang fluktuatif menjadi kendala utama bagi tim di lapangan.

Meski demikian, pencarian terus dilakukan hingga akhirnya korban ditemukan pada Minggu pagi.

Imbauan untuk Orang Tua

Ridhawiyardi mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih waspada dan memperketat pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat beraktivitas di sekitar sungai atau bendungan.

“Kami mengingatkan agar anak-anak tidak bermain di area berisiko, terutama saat debit air meningkat. Ini penting untuk mencegah kejadian serupa,” ujarnya.

```